Kamis, 25 September 2014

Nakal Bukan Berarti Buruk


                Perawakan besar, berkulit sawo matang dengan sedikit kumis tipis yang menyelimuti bagian bawah hidungnya membuat anak yang bernama burhannudin ini kelihatan tampan. Beralamatkan di jl. Wringin anom jogosari pandaan tidak sulit untuknya berangkat sekolah, jarak yang tak jauh dari rumahnya seharusnya tidak membuat dia malas untuk berangkat sekolah. Kesempatan itu disia-siakan oleh burhan dengan alasan PR yang sangat banyak dan sulit. Tapi dia memiliki tekad yang besar untuk mewujudakan mimpi kedua orangtuanya yaitu menjadi seorang tenaga analis kesehatan.
                Menjadi anak yang nakal dan malas hanya untuk menghilangkan stresnya saja. “dulu aku seorang burhan yang pendiam, rajin belajar dan tidak pernah bolos sekolah” dengan nada bicara yang sedikit gagap dia berbicara padaku. Kesukaanya dalam bermain bola tak jauh dari cita-citanya, menjadi bintang di lapangan hijau, tapi cita-cita itu hanya sekedar menjadi hobi, tak hanya pandai bermain bola, dibalik kenakalannya sebenarnya dia anak yang pandai, percaya diri, dia sangat cepat menangkap pelajaran yang diberikan oleh guru, tidak malu bertanya saat dia tidak mengerti, bisa mengerjakan contoh soal di papan tulis saat guru menyuruhnya

        Tak hanya dukungan dari guru, teman adalah faktor utamanya untuk mewujudkan mimpinya, dengan dorongan yang kuat dari temannya burhan sedikit demi sedikit bisa mengerti pelajaran sekolah. Di sekolah SMK MUTU ini burhan memiliki teman yang baik dan sabar untuk mengajari dia, menurutnya sekolah ini sangat menyenangkan, fasilitasnya  cukup mewadahi, tapi dia ingin sekolah ini untuk memperketat penjagaannya “aku tak ingin ada generasi penerus sepertiku” nasehat burhan, dibalik kenakalannya terdapat motivasi yang sangat bagus dalam dirinya,. Burhan ingin membahagiakan kedua orangtuanya, membanggakan keluarganya, bisa menjadi orang yang berguna nagi nusa dan bangsa dan menjadi tenaga analis kesehatan.